Si A dan si B tanpa sengaja berteman sejak awal masuk kuliah. Teman-teman mereka menggolongkan keduanya sebagai orang yang tidak banyak  bicara atau pemalu atau semacamnya. Padahal, banyak percakapan yang telah terjadi diantara keduanya. Percakapan yang hanya bisa terjadi hanya jika mereka berdua. Suatu hari, si A berkata sesuatu yang intinya dunia itu berjalan dengan tidak adil. Si B menjawab, dunia memang berjalan sesuai caranya masing-masing tapi cara-cara tersebut adalah cara yang paling adil. Setidaknya itu yang si B ingin yakini. Karena tidak jarang juga si B merasa dunia tidak adil. Perasaan dimana dia merasa tidak punya kekuatan untuk mendapatkan yang ia inginkan. Si B sering merasa tuhan tidak lagi sayang padanya dan sering bertanya-tanya perbuatan apa yang harus dilakukan agar tuhan mendengarkan doanya sekali saja.  

Ngerasa hidup berat banget? Banyak masalah? Ngerasa tuhan nggak ndengerin doamu? Ngerasa bullshit sama omongan salah satu alasan kenapa tuhan belum ngabulin doamu karena Dia tau yang terbaik buat hambanya? Ngerasa marah banget gara-gara dunia nggak berjalan sesuai keinginan kita sampai tidak tergambarkan dengan kata-kata atau ngerasa kita nggak berdaya sama sekali?

Terkadang kita tidak perlu meminta ini dan itu, yang perlu kita minta hanya keteguhan dan kekuatan hati untuk menghadapi cobaannya

Selfish bitch

"There are a hudred trillion cells in the human body. And every single one of the cells of my body loves you. We shed cells, and grew new ones, and my new cells love you more than the old ones, which is why I love you more every day than I did the day before."

Clarissa Frey

gitaprilicia:

"Mba, metu o keluar rumah! Padang lampune"
“Ada siapa ki diluar?”
“Mas depan rumah”

*Mati lampu aja deh tiap malem biar bisa ngeliat dia keluar. Abis cekakak cekikikan di dalem rumah, si riki keluar, dan nemuin dia depan rumah. Ada aja yang menghibur di kondisi macem ini.

Agak creepy ya gita, berasa stalker beneran..tiati mati lampu nanti ada yg lain2 yg keliatan

Easy terminology

asktsuntsun:

Gender/sex- biological state of your sex
(male-penis,dick,ding dang dingly dong;
female- vag, beaver, your kitty cat )
Sexuality-your sexual orientation/preference
(straight, LGBT, bi, pan,etc.)

Sexual preference-
(similar/synonymous definition to sexuality) is the attraction to a specific gender or sexuality.

Ya dig?

Gender is distinction of nature, roles, functions and positions of women and men in the society and influenced by the belief system / religion, history, culture, politics, and economic systems. For example, the paradigm that women’s main job is to do houseworks while men’s main job is to make a living for their family, or the paradigm that men is not suppossed to cry. Furthermore, the distinction can lead to gender discrimination :3

"I realized why i was starting to die inside. If you never tell anyone the truth about yourself, eventually you start to forget. The love, the heartbreak, the joy, the despair, the things i did that were good, the things i did that were shameful- If I kept them all inside, my memories of them would start to disappear. And then I would disappear"

Magnus Bane

"Tidak ada diantara kita yang tidak sibuk, Tapi jangan biarkan kesibukan itu menghalangi kita untuk selalu mengembangkan diri menjadi lebih baik. Karena mereka yang baik derajatnya di mata Allah, juga mereka yang selalu mendorong dirinya menjadi lebih baik dari keadaan kemarin"

Ceramah Teraweh, entah siapa ustadznya

Kenapa doamu belum dikabulkan oleh Allah?

" Jangan protes pada Tuhanmu jika doamu belum dikabulkan. Protes dirimu sendiri karena belum memperbaiki sikap terhadap Tuhanmu"

Alasan lain doamu belum dikabulkan karena kamu hanya (maksudnya bisa juga apa yang diminta dalam doa) mengandalkan dunia. Mungkin harta, jabatan, status, dll. Padahal seharusnya kita mengandalkan Allah. Contohnya pasukan islam yg sepanjang sejarah berperang dengan jumlah yg lebih sedikit dari jumlah pasukan musuh tapi selalu diberikan kemenangan. Pada sebuah peperangan pada masa fathu mekkah (maafin kalo salah, pas nulis udah ngantuk-ngantuk, tapi ngerasa sayang kalo nggak bagi apa yang didapat hari ini dengan orang lain). Pada masa ini, pasukan islam pertama kalinya memiliki jumlah yang jauh lebih banyak dari pasukan musuhnya. Dampak psikologisnya, pasukan islam merasa sudah pasti menang, karena jumlah yang banyak. Ini namanya mengandalkan jumlah. Allah menegur hambanya, memberikan pelajaran, untuk selalu mengandalkan Dia yang mengatur dunia, bukan pada saat-saat tertentu di dunia itu sendiri. Pasukan islam ini pun kalah, mengenyampingkan fakta jumlah mereka yg lebih banyak dari biasanya. Pasukan ini kemudian mengambil pelajaran untuk tidak mengandalkan selain Allah